Sistem Manajemen HACCP (Hazard Analysis Critical Control Points)

Sistem Manajemen HACCP (Hazard Analysis Critical Control Points)
Dr. Ir. Hermawan Thaheer
Penerbit Bumi Aksara,

328 halaman

Resume buku ini berkaitan dengan penerapan sistem HACCP sebagai pendekatan yang efektif dalam memproduksi makanan yang sehat dan memberi perlindungan terhadap kesehatan masyarakat. Meliputi penyusunan rencana HACCP, verifikasi dan validasi penerapan sistem HACCP, dokumentasi sistem manajemen HACCP, sistem sertifikasi HACCP, organisasi manajemen sistem HACCP.
Klik lebih lanjut untuk melihat isi bab demi bab buku ini.

One world. One standard with SQF (Safe Quality Food)

Today’s consumers are more educated about the food they’re providing their families and requiring more information about food quality. One link in the food chain does not get rattled without it affecting the next link. Customers expect more from their retailers and food service providers, who in turn expect more from their suppliers.

Heightened consumer demand for increased food safety assurances moves down the chain with retailers and service providers asking suppliers to provide verifiable proof that robust food safety control systems have been effectively implemented. These systems must have been properly validated and show evidence of continuous monitoring procedures. This is where the Safe Quality Food (SQF) Program comes in.

SQF is recognized by retailers and foodservice providers around the world who require a rigorous, credible food safety management system. Using the SQF certification program will help reduce assessment inconsistencies and costs of multiple assessment standards. What’s more, the SQF Program is recognized by the Global Food Safety Initiative (GFSI) and links primary production certification to food manufacturing, distribution and agent/broker management certification. Administered by the Food Marketing Institute (FMI), SQF benefits from continual retailer feedback about consumer concerns. These benefits are passed on to SQF certified suppliers, keeping them a step ahead of their competitors.

The Safe Quality Food Institute Mission: To deliver consistent, globally recognized food safety and quality certification programs based on sound scientific principles, consistently applied across all industry sectors, and valued by all stakeholders.

SQF Vision: To be the single most trusted source for global food safety and quality certification.

Mengintegrasikan Sistem Manajemen Keamanan Pangan di Industri

Mengintegrasikan Sistem Manajemen Keamanan Pangan di Industri
Oleh D.R. Tirtasujana

General Manager
Food Safety-Quality Center of Excellence
Premysis Consulting

Keamanan Pangan bukan hal baru.  Bahkan sudah menjadi hal yang sangat penting sejak dulu.  HACCP (Hazard Analysis & Critical Control Point), sejak dilahirkan sampai tulisan ini dibuat, masih menjadi jantung dari bebagai Sistem Manajemen Keamanan Pangan yang telah diterbitkan dan diimplementasikan di seluruh dunia.  Ketujuh prinsip dan 12 langkah HACCP masih tetap menjadi senjata pamungkas untuk mengendalikan potensi bahaya fisik, kimia, maupun mikrobiologi dalam makanan.

Meskipun banyak sekali (bahkan mungkin hampir semua) sistem manajemen keamanan pangan didasarkan pada HACCP, namun pada perkembangannya terdapat banyak sekali pilihan untuk diterapkan oleh industri  pangan.  Bahkan terkadang sampai menimbulkan kebingungan.  Dari pengalaman diskusi dengan banyak industri pangan, masih banyak top management yang ingin memperbaiki perusahaan atau memuaskan pelanggan dengan menerapkan sistem, tetapi bingung dalam memilih standarnya.

MANAJEMEN MUTU DAN KEAMANAN PANGAN

Dewasa ini globalisasi telah menjangkau berbagai aspek kehidupan. Sebagai akibatnya persainganpun semakin tajam. Dunia bisnis sebagai salah satu bagiannya juga mengalami hal yang sama. Perusahaan-perusahaan yang dahulu bersaing hanya pada tingkat local atau regional, kini harus pula bersaing dengan perusahaan dari seluruh dunia. Hanya perusahaan yang mampu menghasilkan barang atau jasa berkualitas kelas dunia yang dapat bersaing dalam pasar global.

Demikian halnya perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang produksi pangan, apabila ingin memiliki keunggulan dalam skala global, maka perusahaan-perusahaan tersebut harus mampu melakukan setiap pekerjaan secara lebih baik dalam rangka menghasilkan produk pangan berkualitas tinggi dengan harga yang wajar dan bersaing. Hal ini berarti agar perusahan atau industri pangan mampu bersaing secara global diperlukan kemampuan mewujudkan produk pangan yang memiliki sifat aman (tidak membahayakan), sehat dan bermanfaat bagi konsumen.